Survey kebiasaan
Bali, Badung,Kuta
Bali, Badung,Kuta
Sistem :
Survey Sms
Koresponden :
beberapa siswa kelas IXE SMP 1 Kuta (10 orang)
Proses :
Jam 21.00 – 23.00
Survey
ini dilakukan karena banyaknya keluhan yang saya sering dengar dari teman-teman
saya tentang sistem pengajaran di Indonesia. Saya menganggap hal ini sebagai
hal penting karena seringnya hal tersebut di jadikan sugesti negatif baagi
beberapa orang siswa.
Dari
10 orang receiver survey, 6 diantaranya menjawab dengan respon yang bisa dianggap
baik, dan 1 orang tidak bisa menjawab. Hal ini mungkin disebabkan oleh waktu
survey yang saya lakukan, dan dapat disimpulkan 30% siswa tidak menggunakan
alat telekomunikasi lagi setelah jam 9 malam. Atau mungkin juga ada faktor x
diantaranya kehabisan pulsa, not respond, ga penting, benci ke saya (mungkin),
dan ga tau harus jawab apa. Dari 6 orang tersebut saya simpulkan 70% dari
mereka memperhatikan hal yang saya tanyakan dan mengingat hal tersebut.
Daftar
survey saya :
1. Kapan
terakhir kali kalian membeli pulpen ?
2. Berapa
kira-kira kalian membawa buku setiap hari ?
3. Berapa
berat badan kalian ?
4. Kapan
saat yang paling membosankan ?
5. Kapan
terakhir kali kalian buka social media ?
6. Apa
yang kalian lakukan kalau lagi bosen ?
7. Apa
hobby kalian ?
8. Kapan
terakhir kali kalian melakukan hobby tersebut ?
9. Kalian
pernah merenung?
10. Apa
yang paling sering kalian renungkan ?
Ø
Simpulan
1.
Soal 1
“Pulpen” hal ini mungkin
sepele, tapi “kegigihan” dalam menjaga pulpen mencerminkan sikap pemiliknya.
Mereka yang ceroboh, akan lebih sering membeli pulpen dari yang konsisten dan
teliti akan barangnya sendiri.
Dari survey ini dapat saya tunjukan hasilnya 35% siswa
membeli pulpen >7hari, 50% lupa kapan dia membeli pulpen, dan 15% membeli
pulpen baru <7hari
2.
Soal 2
Sesuatu yang berlebihan
dapat membawa keburukan. Pembawaan buku yang berlebihan juga dapat menyebabkan beberapa penyakit,
mungkin di awalnya hanya sakit punggung atau pinggang. Namun dampak jangka
panjangnya harus di pertimbangkan
Rata-rata siswa mendapat 4-7
mata pelajaran di sekolah dalam 1 hari (di sekolah saya). Dan di pekirakan
seorang siswa melengkapinya dengan 1 buku paket, 1 lks, 1 catatan dan 1 buku
tugas. Namun dalam hal ini beberapa mata pelajaran hanya membawa lks dan
catatan (lebih sedikit dari yang lain). Dari perhitungan tersebut, dapat di
simpulkan seorang siswa membawa 12 – 35 buku pelajaran dan ditambah beberapa
buku tambahan yang lain. Dengan buku sebanyak itu, tas siswa tersebut bisa
mencapai berat 2kg lebih, dan yang berarti hampir 25%dari berat badan siswa tersebut.
Dari survey ini,
menghasilkan 45% siswa membawa buku <20 buku, 15% tidak menentu, 40% membawa
>25 buku
3.
Soal 3
Mungkin pertanyaan ketiga
ini menyinggung beberapa orang yang mempunyai kelebihan. Tapi pokok bahasan ini
mencakup tentang kebugaran, kesehatan, dan kekuatan seorang siswa menanggung
beban sekolah yang sangat berat.
Dalam beberapa hal, beban
berat dapat menjadi latihan rutin yang tanpa disengaja dilakukan. Namun,
beberapa siswa dengan kejenuhan tingkat tinggi bisa mendapat kelelahan yang berlebihan
dengan hal ini. Apalagi siswa yang bisa dianggap strees dengan pelajaran
disekolah, kurangnya besar badan, dan ditambah masalah-masalah lain yang ada
akan menambah beban yang ada di sekolah.
Dari suvey yang saya
lakukan, 100% siswa yang menanggapi
survey ini memiliki berat badan >40kg (karena semua koresponden berumur
14-15 tahun dan kelas 3 smp)
4.
Soal 4
“bosan” adalah kata yang
paling membosankan yang paling bosan untuk disbutkan dalam hidup yang
membosankan ini. Namun, bagi beberapa siswa, bosan ini langsung menuju pada
pelajaran yang tidak mereka suka, gurunya yang tidak seru, ataupun memang
ngantuk karena begadang semalaman.
Beberapa siswa menganggap
pelajaran bahasa indonesia, pkn, atau juga ips adalah pelajaran yang
membosankan. Hal tersebut bisa disebabkan karena anggapan dari kakak kelas
terdahulu, anggapan diri sendiri, pengaruh teman, dll. Namun ada juga siswa
yang menganggap hal lain lebih membosankan.
Dalam survey yang kami
lakukan, 35% siswa menganggap pada saat pelajaran adalah saat yang membosankan,
30% siswa merasa bosan saat menunggu sesuatu, dan sisanya bosan karena hal yang
lain.
5.
Soal 5
Social media yang
akhir-akhir ini sering sekali mempengaruhi kehidupan kita di masyarakat luas,
selain jaringannya yang sangat luas, jejaring ini juga sangat mudah di akses
oleh semua orang. Hal ini yang menyebabkan beberapa orang menjadi sangat
terobsesi menjadi yang paling terpopuler di dunia maya ini. Banyak nya waktu
yang dihabiskan untuk membuka akun facebook, ataupun twitter juga mempengaruhi
waktu belajar mereka, tapi bagi penggila social media hal ini bisa
menjadikannya lebih update tentang berita atau tugas-tugas di sekolah.
Dari koresponden
yang menanggapi hal tersebut, 50% Baru saja sign in ke account nya, dan 40%
sekitar seminggu sebelumnya, sedangkan 10% lagi, sebulan yang lalu baru sempat
membuka accountnya tersebut.
6.
Soal 6
Soal ini
kembali membahas kebosanan (bosen sih bahasnya, tapi demi kelengkapan alas an tersebut,
saya akan bahas). “Apa yang kalian lakukan ? “ itulah pertanyaan ketika
seseorang merasakan bosan yang sangat mengganggu. Bosan ini bias terjadi ketika
kita tidak tau apa yang harus kita lakukan, untuk menghilangkan kebosanan
tersebut melakukan hal-hal yang mereka sukai.
Dari beberapa
yang menanggapi hal tersebut, 70% lebih memilih mendengarkan musik yang mereka
suka, 30% lainnya melakukan hal lain yang menurut mereka bisa menghilangkan
kebosanan tersebut.
7.
Soal 7
Hobby seseorang
bisa memperlihatkan sifat dasar dari orang tersebut. Biasanya hobby tersebut
dibedakan menjadi 2 ; hobby dalam ruangan dan luar ruangan (kan ga mungkin naik
sepeda dalam kamar -_- ). Dari jaman kejaman hobby di luar ruangan mulai
berkurang karena disebabkan factor lingkungan, biaya, dan lain-lain. Selain itu,
dengan majunya teknologi masa kini, kita bisa melakukan hobby di luar ruangan
di dalam ruangan.
Karena itu 85%
penjawab lebih memilih hobby dalam ruangan, dan 15% lainnya memilih hobby yang
bisa dilakukan dimana-mana.
8.
Soal 8
Melakukan hobby
yang mereka suka mungkin sangat sulit untuk dilaksanakan ketika jam pelajaran
di sekolah menjadi lebih banyak dari batas normalnya. Belum lagi ditambah
tugas-tugas yang ada.
Ini pun
membuat para pelajar sangat jarang melakukan hobbynya dengan bebas. Dari korespondensi
ini, 75% baru saja melaksanakan hobby mereka (ini diperjelas dengan hobby
mereka yang sangat mudah dilakukan, mendengarkan lagu, nyanyi,dll) dan 25% lagi
jarang sekali melakukan hobby mereka
9.
Soal 9
Merenung
biasanya menjadi cara terakhir untuk memecahkan masalah. Namun akhir-akhir ini
keterbukaan pada seseorang menjadi berkurang, dan karena itu merenung langsung
dipilih menjadi cara utama yang hanya dipikirkan sendiri.
Merenung lebih
dipilih karena bisa memikirkan masalah Pribadi, dan bebas membahas hal lain. Namun
bagi orang yang tidak sanggup menanggung beban sendiri, biasanya akan berubah
menjadi orang yang pendiam dan menjauh dari kehidupan nyatanya. Orang-orang
seperti ini memiliki emosi yang labil sehingga mudah dipengaruhi hal-hal di
sekitarnya.
10.
Soal 10
Hal yang
direnungkan seseorang tidak dapat kita ketahui dengan mudah, apalagi tentang masalah
pribadi, ketika kita bertanya, pasti “perenung”
ini akan berbohong pada kita. Bagi yang memiliki sahabat yang dipercaya, atau
mungkin pacar, ini mungkin bisa menjadi ajang memecahkan masalah bersama. Namun
bila anda tidak memiliki keduanya, ini bisa menjadikan anda orang stress.
Bila anda sanggup menahannya, lanjutkan
dan tenangkan hati anda ketika merenung, namun bila tidak sanggup, cobalah
membuka diri dengan meminta seseorang untuk memberikan jalan keluar. Hal-hal
yang biasanya menjadi bahan renungan pastilah seputar masa depan, hubungan,
ekonomi, dan hidup mereka. Dari survey ini kita dapatkan 50% merespon
merenungkan masa depan, 30% tentang hubungan mereka, dan 20% lagi merenungkan
hal-hal seputar hidup mereka
Ø
Saran
Saran yang saya berikan
tidaklah harus menjadi pedoman, karena yang saya nyatakan hanyalah garis
besarnya saja. Rajin lah kamu berdoa untuk menguatkan iman dan mendekatkan diri
pada NYA. Jangan membuat sugesti-sugesti negative tentang diri anda sendiri
ataupun orang lain. Mulai sekarang, jadilah orang yang lebih mempertimbangkan
sesuatu, dan menikmatinya dengan santai. Namun untuk kejelasan lebih lanjut,
cobalah merenung dan pikirkan, apakah hatiku sudah melakukan hal yang benar dan
sesuai dengan apa yang tubuhku lakukan. Dan bila anda menemui kesulitan,
buatlah sugesti positif untuk diri anda seperti : “aku pasti bisa, Tuhan bantu
aku dan bimbinglah diruku” bila anda belum yakin, resapi dan maknai kata-kata
tersebut. Dan rasakan hidup anda menjadi lebih relaks dan santai, karena itu
mari menganggap bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan usaha yang besar, akan
menghasilkan hasil dan kenikmatan tersendiri bagi yang mengerjakannya.


cieeetttt
BalasHapus