Rabu, 13 Februari 2013

Artikel survey



Survey kebiasaan
Bali, Badung,Kuta

Sistem              : Survey Sms
Koresponden   : beberapa siswa kelas IXE SMP 1 Kuta (10 orang)
Proses             : Jam  21.00 – 23.00
            Survey ini dilakukan karena banyaknya keluhan yang saya sering dengar dari teman-teman saya tentang sistem pengajaran di Indonesia. Saya menganggap hal ini sebagai hal penting karena seringnya hal tersebut di jadikan sugesti negatif baagi beberapa orang siswa.
            Dari 10 orang receiver survey, 6 diantaranya menjawab dengan respon yang bisa dianggap baik, dan 1 orang tidak bisa menjawab. Hal ini mungkin disebabkan oleh waktu survey yang saya lakukan, dan dapat disimpulkan 30% siswa tidak menggunakan alat telekomunikasi lagi setelah jam 9 malam. Atau mungkin juga ada faktor x diantaranya kehabisan pulsa, not respond, ga penting, benci ke saya (mungkin), dan ga tau harus jawab apa. Dari 6 orang tersebut saya simpulkan 70% dari mereka memperhatikan hal yang saya tanyakan dan mengingat hal tersebut.
            Daftar survey saya :
1. Kapan terakhir kali kalian membeli pulpen ?
2. Berapa kira-kira kalian membawa buku setiap hari ?
3. Berapa berat badan kalian ?
4. Kapan saat yang paling membosankan ?
5. Kapan terakhir kali kalian buka social media ?
6. Apa yang kalian lakukan kalau lagi bosen ?
7. Apa hobby kalian ?
8. Kapan terakhir kali kalian melakukan hobby tersebut ?
9. Kalian pernah merenung?
10. Apa yang paling sering kalian renungkan ?


Ø Simpulan
1.      Soal 1
“Pulpen” hal ini mungkin sepele, tapi “kegigihan” dalam menjaga pulpen mencerminkan sikap pemiliknya. Mereka yang ceroboh, akan lebih sering membeli pulpen dari yang konsisten dan teliti akan barangnya sendiri.
Dari survey ini dapat saya tunjukan hasilnya 35% siswa membeli pulpen >7hari, 50% lupa kapan dia membeli pulpen, dan 15% membeli pulpen baru <7hari
2.      Soal 2
Sesuatu yang berlebihan dapat membawa keburukan. Pembawaan buku yang berlebihan  juga dapat menyebabkan beberapa penyakit, mungkin di awalnya hanya sakit punggung atau pinggang. Namun dampak jangka panjangnya harus di pertimbangkan
Rata-rata siswa mendapat 4-7 mata pelajaran di sekolah dalam 1 hari (di sekolah saya). Dan di pekirakan seorang siswa melengkapinya dengan 1 buku paket, 1 lks, 1 catatan dan 1 buku tugas. Namun dalam hal ini beberapa mata pelajaran hanya membawa lks dan catatan (lebih sedikit dari yang lain). Dari perhitungan tersebut, dapat di simpulkan seorang siswa membawa 12 – 35 buku pelajaran dan ditambah beberapa buku tambahan yang lain. Dengan buku sebanyak itu, tas siswa tersebut bisa mencapai berat 2kg lebih, dan yang berarti hampir 25%dari berat badan siswa tersebut.
Dari survey ini, menghasilkan 45% siswa membawa buku <20 buku, 15% tidak menentu, 40% membawa >25 buku
3.      Soal 3
Mungkin pertanyaan ketiga ini menyinggung beberapa orang yang mempunyai kelebihan. Tapi pokok bahasan ini mencakup tentang kebugaran, kesehatan, dan kekuatan seorang siswa menanggung beban sekolah yang sangat berat.
Dalam beberapa hal, beban berat dapat menjadi latihan rutin yang tanpa disengaja dilakukan. Namun, beberapa siswa dengan kejenuhan tingkat tinggi bisa mendapat kelelahan yang berlebihan dengan hal ini. Apalagi siswa yang bisa dianggap strees dengan pelajaran disekolah, kurangnya besar badan, dan ditambah masalah-masalah lain yang ada akan menambah beban yang ada di sekolah.
Dari suvey yang saya lakukan, 100%  siswa yang menanggapi survey ini memiliki berat badan >40kg (karena semua koresponden berumur 14-15 tahun dan kelas 3 smp)

4.      Soal 4
“bosan” adalah kata yang paling membosankan yang paling bosan untuk disbutkan dalam hidup yang membosankan ini. Namun, bagi beberapa siswa, bosan ini langsung menuju pada pelajaran yang tidak mereka suka, gurunya yang tidak seru, ataupun memang ngantuk karena begadang semalaman.
Beberapa siswa menganggap pelajaran bahasa indonesia, pkn, atau juga ips adalah pelajaran yang membosankan. Hal tersebut bisa disebabkan karena anggapan dari kakak kelas terdahulu, anggapan diri sendiri, pengaruh teman, dll. Namun ada juga siswa yang menganggap hal lain lebih membosankan.
Dalam survey yang kami lakukan, 35% siswa menganggap pada saat pelajaran adalah saat yang membosankan, 30% siswa merasa bosan saat menunggu sesuatu, dan sisanya bosan karena hal yang lain.
5.      Soal 5
Social media yang akhir-akhir ini sering sekali mempengaruhi kehidupan kita di masyarakat luas, selain jaringannya yang sangat luas, jejaring ini juga sangat mudah di akses oleh semua orang. Hal ini yang menyebabkan beberapa orang menjadi sangat terobsesi menjadi yang paling terpopuler di dunia maya ini. Banyak nya waktu yang dihabiskan untuk membuka akun facebook, ataupun twitter juga mempengaruhi waktu belajar mereka, tapi bagi penggila social media hal ini bisa menjadikannya lebih update tentang berita atau tugas-tugas di sekolah.
Dari koresponden yang menanggapi hal tersebut, 50% Baru saja sign in ke account nya, dan 40% sekitar seminggu sebelumnya, sedangkan 10% lagi, sebulan yang lalu baru sempat membuka accountnya tersebut.
6.      Soal 6
Soal ini kembali membahas kebosanan (bosen sih bahasnya, tapi demi kelengkapan alas an tersebut, saya akan bahas). “Apa yang kalian lakukan ? “ itulah pertanyaan ketika seseorang merasakan bosan yang sangat mengganggu. Bosan ini bias terjadi ketika kita tidak tau apa yang harus kita lakukan, untuk menghilangkan kebosanan tersebut melakukan hal-hal yang mereka sukai.
Dari beberapa yang menanggapi hal tersebut, 70% lebih memilih mendengarkan musik yang mereka suka, 30% lainnya melakukan hal lain yang menurut mereka bisa menghilangkan kebosanan tersebut.
7.      Soal 7
Hobby seseorang bisa memperlihatkan sifat dasar dari orang tersebut. Biasanya hobby tersebut dibedakan menjadi 2 ; hobby dalam ruangan dan luar ruangan (kan ga mungkin naik sepeda dalam kamar -_- ). Dari jaman kejaman hobby di luar ruangan mulai berkurang karena disebabkan factor lingkungan, biaya, dan lain-lain. Selain itu, dengan majunya teknologi masa kini, kita bisa melakukan hobby di luar ruangan di dalam ruangan.
Karena itu 85% penjawab lebih memilih hobby dalam ruangan, dan 15% lainnya memilih hobby yang bisa dilakukan dimana-mana.
8.      Soal 8
Melakukan hobby yang mereka suka mungkin sangat sulit untuk dilaksanakan ketika jam pelajaran di sekolah menjadi lebih banyak dari batas normalnya. Belum lagi ditambah tugas-tugas yang ada.
Ini pun membuat para pelajar sangat jarang melakukan hobbynya dengan bebas. Dari korespondensi ini, 75% baru saja melaksanakan hobby mereka (ini diperjelas dengan hobby mereka yang sangat mudah dilakukan, mendengarkan lagu, nyanyi,dll) dan 25% lagi jarang sekali melakukan hobby mereka
9.      Soal 9
Merenung biasanya menjadi cara terakhir untuk memecahkan masalah. Namun akhir-akhir ini keterbukaan pada seseorang menjadi berkurang, dan karena itu merenung langsung dipilih menjadi cara utama yang hanya dipikirkan sendiri.
Merenung lebih dipilih karena bisa memikirkan masalah Pribadi, dan bebas membahas hal lain. Namun bagi orang yang tidak sanggup menanggung beban sendiri, biasanya akan berubah menjadi orang yang pendiam dan menjauh dari kehidupan nyatanya. Orang-orang seperti ini memiliki emosi yang labil sehingga mudah dipengaruhi hal-hal di sekitarnya.
10.  Soal 10
Hal yang direnungkan seseorang tidak dapat kita ketahui dengan mudah, apalagi tentang masalah pribadi, ketika kita bertanya, pasti “perenung” ini akan berbohong pada kita. Bagi yang memiliki sahabat yang dipercaya, atau mungkin pacar, ini mungkin bisa menjadi ajang memecahkan masalah bersama. Namun bila anda tidak memiliki keduanya, ini bisa menjadikan anda orang stress.
      Bila anda sanggup menahannya, lanjutkan dan tenangkan hati anda ketika merenung, namun bila tidak sanggup, cobalah membuka diri dengan meminta seseorang untuk memberikan jalan keluar. Hal-hal yang biasanya menjadi bahan renungan pastilah seputar masa depan, hubungan, ekonomi, dan hidup mereka. Dari survey ini kita dapatkan 50% merespon merenungkan masa depan, 30% tentang hubungan mereka, dan 20% lagi merenungkan hal-hal seputar hidup mereka
Ø Saran
Saran yang saya berikan tidaklah harus menjadi pedoman, karena yang saya nyatakan hanyalah garis besarnya saja. Rajin lah kamu berdoa untuk menguatkan iman dan mendekatkan diri pada NYA. Jangan membuat sugesti-sugesti negative tentang diri anda sendiri ataupun orang lain. Mulai sekarang, jadilah orang yang lebih mempertimbangkan sesuatu, dan menikmatinya dengan santai. Namun untuk kejelasan lebih lanjut, cobalah merenung dan pikirkan, apakah hatiku sudah melakukan hal yang benar dan sesuai dengan apa yang tubuhku lakukan. Dan bila anda menemui kesulitan, buatlah sugesti positif untuk diri anda seperti : “aku pasti bisa, Tuhan bantu aku dan bimbinglah diruku” bila anda belum yakin, resapi dan maknai kata-kata tersebut. Dan rasakan hidup anda menjadi lebih relaks dan santai, karena itu mari menganggap bahwa sesuatu yang dikerjakan dengan usaha yang besar, akan menghasilkan hasil dan kenikmatan tersendiri bagi yang mengerjakannya.

1 komentar: